Presensi siswa sering dianggap rutinitas administratif sederhana. Namun, merekap absen di lembar kertas lalu menyalinnya kembali ke buku induk menyita waktu guru yang seharusnya bisa dipakai untuk menyiapkan pembelajaran.
1. Beralih dari Lembar Kertas ke Presensi Digital per Sesi
Catatan di kertas mudah basah, robek, atau terselip di ruang guru. Dengan presensi digital berbasis jadwal pelajaran, daftar siswa per kelas langsung tersedia sesuai sesi yang sedang berjalan.
Guru cukup menandai siswa yang berhalangan hadir (Sakit, Izin, atau Alpa), sementara siswa lainnya tercatat hadir. Pencatatan di awal kelas menjadi jauh lebih singkat.
2. Siapkan Alur untuk Guru yang Berhalangan
Data presensi sering rancu ketika guru mata pelajaran berhalangan dan kelas diisi guru piket. Di sistem manual, catatan guru piket kerap tidak sinkron dengan guru utama.
Di Eduvifo, guru piket dapat mengambil alih presensi sesi tersebut dengan akunnya sendiri. Riwayatnya tetap tercatat dan dapat ditinjau admin sekolah maupun guru utama.
3. Libatkan Orang Tua
Keterlibatan orang tua membantu mencegah siswa bolos. Dengan aplikasi orang tua, wali murid dapat melihat riwayat presensi anaknya tanpa harus menunggu laporan dari sekolah.
4. Simpan Rekap di Satu Tempat
Menjelang akhir semester, rekap kehadiran yang tersimpan di satu sistem memudahkan wali kelas menyiapkan rapor, tanpa mengumpulkan lembar presensi dari setiap guru.